Give the Credit !

Sobat Uleenuha – Ternyata masih ada saja (di FB, Twitter, YM, Blog, dll) yang kurang menjaga amanah ilmiah dalam penyajian karya ilmiah/artikel/status berfaedah. Padahal penjagaan amanah ilmiah ini merupakan adab yang agung dan ini merupakan sebuah kejujuran intelektual. Bahkan dari dulu ia merupakan tameng yang membentengi Ilmuwan dari perkara-perkara menyimpang yang hendak disusupkan ke dalamKarya Ilmiah, terlebih di zaman ini yang mana sikap kritis dan kroscek itu mulai berkurang. Continue reading

Advertisements

Bagaimana Bisa Mengambil Pelajaran?

orang-orang kafir dan munafiq, apabila ditimpa kenikmatan, maka mereka berkata: “ini karena kekuatan yang ada padaku: karena ilmuku, karena pemikiranku, karena kesungguhanku… dll.” ini dikarenakan mereka memang tidak beriman kepada Allaah, yang sejatinya yang menghidupkan mereka, yang memberi makan mereka, yang memberi kecerdasan mereka, yang memberi kekuatan kepada mereka.. Continue reading

Yang Tua Dihormati, Yang Muda Disayangi

Tiada tatanan kehidupan yang lebih indah dari yang dibawa oleh syariat Islam. Konsep menuju kehidupan yang tenteram dan damai baik sebagai individu maupun kelompok telah dipaparkan dengan gamblangnya dalam ayat-ayat Al-Qur’an dan hadits-hadits Rasulullah n. Di antara konsep tersebut adalah keharusan menjalin kasih sayang kepada sesama muslim tanpa memandang usia, asal-usul serta status sosial. Continue reading

Favourite Quotes

Al-Imam Al-Hasan Al-Bashri berkata: “Sesungguhnya seorang mukmin adalah penanggung jawab atas dirinya, (karenanya hendaknya ia senantiasa) mengintrospeksi diri kerena Allah Subhanahu wa ta’ala semata.”

“Adalah hisab (perhitungan amal) di Yaumul Qiyamah nanti akan terasa lebih ringan bagi suatu kaum yang (terbiasa) mengintrospeksi diri mereka selama masih di dunia, dan sungguh hisab tersebut akan menjadi perkara yang sangat memberatkan bagi kaum yang menjadikan masalah ini sebagai sesuatu yang tidak diperhitungkan.”

“Sesungguhnya seorang mukmin (apabila) dikejutkan oleh sesuatu yang dikaguminya maka dia pun berbisik: ‘Demi Allah, sungguh aku benar-benar sangat menginginkanmu, dan sungguh kamulah yang sangat aku butuhkan. Akan tetapi demi Allah, tiada (alasan syar’i) yang dapat menyampaikanku kepadamu, maka menjauhlah dariku sejauh-jauhnya. Ada yang menghalangi antara aku denganmu’.”

“Dan (jika) tanpa sengaja dia melakukan sesuatu yang melampaui batas, segera dia kembalikan pada dirinya sendiri sembari berucap: ‘Apa yang aku maukan dengan ini semua, ada apa denganku dan dengan ini? Demi Allah, tidak ada udzur (alasan) bagiku untuk melakukannya, dan demi Allah aku tidak akan mengulangi lagi selama-lamanya, insya Allah’.”

“Sesungguhnya seorang mukmin adalah suatu kaum yang berpegang erat kepada Al Qur`an dan memaksa amalan-amalannya agar sesuai dengan Al Qur`an serta berpaling dari (hal-hal) yang dapat membinasakan diri mereka.”

“Sesungguhnya seorang mukmin di dunia ini bagaikan tawanan yang (selalu) berusaha untuk terlepas dari perbudakan. Dia tidak pernah merasa aman dari sesuatupun hingga dia menghadap Allah, karena dia mengetahui bahwa dirinya akan dimintai pertanggungjawaban atas semua itu.”

“Seorang hamba akan senantiasa dalam kebaikan selama dia memiliki penasehat dari dalam dirinya sendiri. Dan mengintrospeksi diri merupakan perkara yang paling diutamakan.” (Mawa’izh Lil Imam Al-Hasan Al-Bashri, hal. 39, 40, 41) Continue reading

Nikmatnya Hidup Sederhana

Sudah menjadi tabiat manusia, ia akan lebih konsumtif menghamburkan uang, manakala mulai mengeyam kehidupan yang mapan dan kemudahan ekonomi. Seolah-olah kekayaan kurang berarti banyak bila pemiliknya tidak mempergunakannya untuk keperluan yang lebih besar dan kemewahan. Misalnya dengan banyak memenuhi kebutuhan-kebutuhan yang kurang penting baginya. Begitulah keadaan seseorang, ia lebih mudah beradaptasi dengan hidup enak ketimbang dengan hidup menderita.
Continue reading

Wahai Wanita

Diantara faedah ilmiyah yang diambil dari ucapan Syaikh Dr Mohammad Al-Ariifi :

Banyak sekali wanita menyakini bahwasanya hijab itu tidak wajib, padahal kalau kita mau merenungkan, semua alam ini berhijab !

bulatan bumi terhijab/tertutupi oleh ozon !

buah segar tertupi oleh kulitnya !

pedang tertupi oleh sarungnya !

pena tanpa penutup maka tintanya akan kering dan akan dibuang dibawah kaki karena tanpa tutup !

tidakkah anda melihat anak-anak perempuan menutupi buku mereka dengan sampul tidak lain karena untuk menjaganya !

wanita adalah bunga yang indah, setiap orang berkehendak memetiknya, maka kita harus menjaganya dengan hijab.
apel kalau dikuoas kulitnya kemudian dibiarkan begitu saja tentu akan rusak !

demikian juga pisang kalau sudah dikupas kemudian dibiarkan akan berubah menjadi hitam !

Maha Suci Allah yang telah menjadikan segala sesuatu berhijab !

copas dari status Al Ustadz Abu Sa’ad -hafizhahullah-

 

 

Virus Merah Jambu dan Terapinya

Virus hati yang bernama cinta ternyata telah banyak memakan korban. Mungkin anda pernah mendengar seorang remaja yang nekat bunuh diri disebabkan putus cinta, atau tertolak cintanya. Atau anda pernah mendengar kisah Qais yang tergila-gila kepada Laila. Kisah cinta yang bermula sejak mereka bersama mengembala domba ketika kecil hingga dewasa. Akhirnya sungguh tragis, Qeis benar-benar menjadi gila ketika laila dipersunting oleh pria lain. Apakah anda pernah mengalami problema seperti ini atau sedang mengalaminya? mau tau terapinya? Mari sama-sama kita simak terapi mujarab yang disampaikan Ibnu Qoyyim dalam karya besarnya Zadul Ma’ad.

Continue reading

Ilmu yang Bermanfaat akan dapat Meluruskan Niat Seseorang

Yahya bin Yaman berkata:

“Aku pernah mendengar Sufyaan sejak empat puluh tahun yang lalu, ia berkata: ‘Hari ini tak ada yang lebih utama daripada pencarian hadits’. Mereka berkomentar kepada Sofyan; “Paling-paling mereka mencarinya tanpa niat”. Kontan Sofyan berkata: “Pencarian mereka untuk berburu hadis itu sendiri merupakan niat’… “.

(ad-Darimiy)

dari Mujahid ia berkata:

“Dahulu kami mencari ilmu ini dengan tanpa niat yang benar. Kemudian Allah memberi niat (kepada kami) di kemudian hari”.

(ad-Darimiy)

dari al Hasan al bashriy, ia berkata:

“Sungguh ada beberapa kaum yang mencari ilmu sedang mereka menghendaki hal itu bukan karena Allah dan bukan untuk memperoleh yang ada di sisiNya, maka tak henti-hentinya mereka mencari ilmu hingga akhirnya mereka menghendakinya karena Allah dan untuk memperoleh apa yang ada di sisiNya”.

(ad-Darimiy)

Berkata Ibnul Munir:

“ilmu itu pelurus niat… yang kemudian niat tersebut nantinya yang akan memperbaiki amalan.”

(Fathul Bari, 1/108)

Berarti, amalan yang rusak (tidak berimbang dengan ilmu yang dimiliki) disebabkan niat yang salah. Dan hendaknya niat yang salah ini kita perbaiki dengan senantiasa menuntut ilmu. Sehingga semoga ilmu yang kita pelajari tersebut dapat meresap kedalam dada, sehingga memperbaiki niat yang tadinya salah tersebut, yang kemudian memperbaiki amalan kita..

Semoga bermanfaat

(Ricky Dzulkifli)

Persaudaraan Hati bukan Tubuh

Bismillah….

Ketika membaca dan merenungkan kisah kehidupan para sahabat terkadang kita terharu dan berharap persaudaraan mereka tersebut bisa kita rasakan. Satu persahabatan dan persaudaraan yang muncul dari hati dan iman yang memenuhi kalbu mereka, bukan sekedar bersatunya tubuh dan badan mereka.

Ironisnya banyak orang memandang persaudaraan identik dengan kumpulnya tubuh dalam satu organisasi atau kelompok. Hal ini jelas keliru, sebab sebenarnya dasar persaudaraan iman adalah kesatuan hati kaum muslimin, bukan berkumpulnya tubuh mereka. Hal ini dapat dilihat pada petunjuk Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam al-Qur`aan yang mulia. Allah Subhanahu wa Ta’ala menjelaskan persaudaraan kaum muslimin dengan kalimat (فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ) tidak dengan kalimat (فَأَلَّفَ بَيْنَِكُمْ). Dengan demikian, Allah Subhanahu wa Ta’ala melihat persatuan hati menjadi sebab persaudaraan iman bukan kepada persatuan badan.

Syeikh Muhammad bin Sholih al-Utsaimin telah menjelaskan hal ini dengan menyatakan: Persatuan hati adalah poros ukhuwah imaniyah (persaudaraan iman) bukan persatuan badan. Berapa banyak umat yang berkumpul tubuhnya namun hati mereka berpecah belah, sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala tentang orang Yahudi:

Kamu kira mereka itu bersatu, sedang hati mereka berpecah belah.(QS al-Hasyr/15:13).

Tidak ada faedah dari berkumpulnya badan dengan hati yang berpecah belah. Faedah bersatunya hati adalah berkumpulnya hati walaupun badannya saling berjauhan. Berapa banyak orang yang memiliki hubungan cinta dan persahabatan denganmu namun ia jauh darimu. Berapa banyak juga orang yang sebaliknya. Kamu merasa ia bermuka dua dan tidak ada diantaramu dengannya kecintaan dan persahabatan. Padahal ia berdampingan denganmu seperti benda dengan bayangannya. Jadi yang penting adalah hati. Oleh karena itu Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ

Maka Allah mempersatukan hatimu, (QS Alimran/3:103)

Jelaslah persaudaraan terjadi dengan adanya keterikatan antar kaum muslimin yang dilandasi ikatan agama islam. Ikatan yang mengikat kuat hati kaum muslimin seperti satu tubuh yang digambarkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallamdalam sabdanya:

الْمُؤْمِنُونَ كَرَجُلٍ وَاحِدٍ إِنْ اشْتَكَى رَأْسُهُ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالْحُمَّى وَالسَّهَرِ

Kaum mukminin seperti satu orang, jika kepalanya sakit maka seluruh tubuh merasakan deman dan tidak bisa tidur. (Riwayat Muslim).

Persaudaraan ini bukan persaudaraan karena nasab atau fanatisme golongan (hizbiyah) tapi persaudaraan aqidah dan iman. Oleh karena itu Syeikh Muhammad al-Amiin as-Syingqiti rahimahullah menyatakan: Secara umum tidak ada perbedaan pendapat diantara kaum muslimin bahwa ikatan yang mengikat individu penduduk bumi anata mereka dan yang mengikat antara penduduk bumi dan langit adalah kalimat La ilaaha Illa Allah.

Ikatan persaudaraan kaum muslimin adalah bersatunya hati mereka dalam menegakkan kalimat Allah Subhanahu wa Ta’ala . Kalimat tersebut ditegakkan dengan iman dan ketakwaan yang menjadi sebab Allah Subhanahu wa Ta’ala menyatukan hati mereka.
Persaudaraan Iman anugerah Allah Subhanahu wa Ta’ala .

Tidak ada seorangpun yang dapat menyatukan hati manusia satu dengan lainnya baik itu nabi maupun para ulama atau yang lainnya. Hanyalah Allah Subhanahu wa Ta’ala semata yang menyatukan hati-hati tersebut dengan hikmah dan kemaha perkasaan-Nya. Betapa tidak, Dia lah yang telah menyatakan hal itu kepada Nabi Muhammad n dalam firman-Nya: Dan (Allah) Yang mempersatukan hati mereka (orang-orang yang beriman). Walaupun kamu membelanjakan (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka. (QS Al Anfal/8:62-63).

Syeikh Abdurrahman bin Naashir as-Sa’di rahimahullah menuturkan: Mereka bersatu dan bersaudara serta bertambah kuat dengan sebab persatuan tersebut. Itu bukanlah hasil usaha seorang dan dengan satu kekuatan selain kekuatan Allah. Walaupun kamu telah membelanjakan emas dan perak serta selainnya yang ada dibumi ini seluruhnya untuk menyatukan hati mereka setelah perselisihan dan perpecahan yang parah tersebut. Tentulah kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka. Karena yang mampu menpersatukan hati hanyalah Allah Subhanahu wa Ta’ala .

Oleh karena itulah Allah Subhanahu wa Ta’ala terangkan dengan sangat jelas dalam firmanNya:

Dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah orang yang bersaudara; (QS Alimran/3:103)

Jelaslah disini dengan rahmat-Nya, Allah Subhanahu wa Ta’ala mempersatukan hati kaum mukminin diatas ketaatan dan manhaj-Nya. Pantaslah disyukuri atas nikmat ini dengan cara cinta mencintai karena Allah dan berpegang teguh dengan tali Nya yang kokoh (islam).

Demikianlah persaudaraan tersebut Allah karuniakan kepada kaum mukminin yang bertaqwa dan berpegang teguh kepada Al Qur’an dan Sunnah. Tidak dikaruniakan kepada orang-orang yang melanggar ajaran syari’at Allah Subhanahu wa Ta’ala , sehingga tidak akan terwujudkan dengan mengorbankan aqidah dan agama.

Ibu

Bagi ibu yang telah mengandung 9 bulan ada satu hari untukmu..

Bagimu yang telah menyusuiku selama 24 bulan, aku peruntukkan satu hari ? dari setahun hidupku untukmu.
Bagimu yang tidak pernah lelah merawatku sejak lahir sampai aku
dewasa, ada satu hari dihatiku untukmu..
Bagimu yang rela tidak tidur untukku, rela lapar untukku, rela sakit asal aku sehat hanya ada satu
hari bagimu.
Satu hari dari 360 hari yang kumiliki, kupersembahkan untukmu.
24jam dari 8640 jam waktuku, kuperuntukkan untuk mengingatmu. ?????
Sadarlah, wahai anak Adam !
Hal ini benar-benar suatu
kebiadaban nyata dari seorang anak.
Tidak tahu diri.
Tidak kenal bakti dan balas budi.
Dan memang itulah peradabaan orang-orang yang tidak beriman.
Mereka ingin menggantikan
kebiadabannya dengan membuat hari ibu.
Bagi yang beriman, jangan pernah merayakan hari ibu !
Karena dalam Islam, semua hari adalah untuk ibu.
Semua waktu adalah untuknya.
mengangkat suara atasnya di ancam neraka..
tidak menta’atinya membuat murka Sang Pencipta..
keridhoan ilahi berada di
keridhoannya…

Semoga bermanfaat by ustadz Syafiq