Kekeliruan dalam Solat

Bismillah was solatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du,

Tentu kita bersepakat bahwa solat yang paling sempurna adalah solat yang dikerjakan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Tersebab ibadah beliau dibimbing oleh wahyu dari Allah, maka solat yang beliau lakukan tentu telah memenuhi kriteria yang Allah kehendaki.

Sebagai manusia biasa, kita tidak mungkin berharap bisa mendapatkan wahyu dari Allah tentang cara solat yang benar. Yang bisa kita lakukan hanyalah meniru bagaimana Rasulullah ketika solat, dengan harapan solat yang kita lakukan bisa mendekati kriteria yang Allah tetapkan.

Menyadari pentingnya solat sesuai petunjuk Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, kata kunci yang harus senantiasa dipegang agar solat kita sempurna adalah terus belajar cara solat beliau dan berusaha mempraktekkannya.

Melihat realita yang ada, memang terdapat beberapa kekeliruan ketika solat yang masih sering dilakukan oleh kaum muslimin. Di kesempatan ini yang terbatas ini, kita akan mendaftar beberapa kekeliruan itu, sekaligus alasannya. Setidaknya dengan mengetahui hal tersebut, kita bisa berusaha menghindarinya.

Continue reading

Advertisements

Yang Tua Dihormati, Yang Muda Disayangi

Tiada tatanan kehidupan yang lebih indah dari yang dibawa oleh syariat Islam. Konsep menuju kehidupan yang tenteram dan damai baik sebagai individu maupun kelompok telah dipaparkan dengan gamblangnya dalam ayat-ayat Al-Qur’an dan hadits-hadits Rasulullah n. Di antara konsep tersebut adalah keharusan menjalin kasih sayang kepada sesama muslim tanpa memandang usia, asal-usul serta status sosial. Continue reading

Ibu

Bagi ibu yang telah mengandung 9 bulan ada satu hari untukmu..

Bagimu yang telah menyusuiku selama 24 bulan, aku peruntukkan satu hari ? dari setahun hidupku untukmu.
Bagimu yang tidak pernah lelah merawatku sejak lahir sampai aku
dewasa, ada satu hari dihatiku untukmu..
Bagimu yang rela tidak tidur untukku, rela lapar untukku, rela sakit asal aku sehat hanya ada satu
hari bagimu.
Satu hari dari 360 hari yang kumiliki, kupersembahkan untukmu.
24jam dari 8640 jam waktuku, kuperuntukkan untuk mengingatmu. ?????
Sadarlah, wahai anak Adam !
Hal ini benar-benar suatu
kebiadaban nyata dari seorang anak.
Tidak tahu diri.
Tidak kenal bakti dan balas budi.
Dan memang itulah peradabaan orang-orang yang tidak beriman.
Mereka ingin menggantikan
kebiadabannya dengan membuat hari ibu.
Bagi yang beriman, jangan pernah merayakan hari ibu !
Karena dalam Islam, semua hari adalah untuk ibu.
Semua waktu adalah untuknya.
mengangkat suara atasnya di ancam neraka..
tidak menta’atinya membuat murka Sang Pencipta..
keridhoan ilahi berada di
keridhoannya…

Semoga bermanfaat by ustadz Syafiq

Ketika Tidak Menemukan Titik Temu dalam Satu Masalah

Yunus ash-Shadafi pernah mengatakan: “Aku tidak pernah mendapatkan orang yang lebih jenius dari Imam Syafi’i. Suatu hari aku berdiskusi dengan beliau tentang satu persoalan, namun kami tidak menemukan titik temu. Beliau menemuiku lagi dan menggandeng tanganku seraya berkata:

“Wahai Abu Musa, apakah tidak sepantasnya kita untuk tetap bersaudara, MESKIPUN TIDAK MENEMUKAN TITIK TEMU DI ANTARA KITA DALAM SATU MASALAH?”

Dari Yunus bin Abdul A’la, diriwayatkan bahwa ia berkata: “Asy-Syafi’i pernah berkata kepadaku:

“Wahai Yunus, apabila engkau mendengarkan kabar yang tidak mengenakan dari seorang teman, janganlah lantas terburu memusuhinya dan memutus hubungan tali kasih. Karena dengan demikian engkau akan termasuk orang yang menghilangkan keyakinannya dengan keraguan.

Tetapi yang benar, temuilah dia dan katakan kepadanya:

‘Aku mendengar engkau mengatakan begini dan begini.’

Ingat, jangan sebutkan secara mendetil. Apabila ia tidak mengakuinya, katakan kepadanya:

‘Engkau lebih benar dan lebih baik dari yang kudengar.’

Dan jangan perpanjang lagi urusannya. Tapi kalau ia mengakuinya dan kamu melihat ada yang bisa dijadikan alasan baginya dalam hal itu, terimalah alasan itu. Namun apabila engkau juga tidak mendapatkan alasan apapun baginya, sementara amat sulit jalan untuk mendapatkannya, engkau bisa tetapkan bahwa ia melakukan kesalahan.

Setelah itu, engkau boleh memilih: kalau engkau mau, engkau bisa membalas dengan yang setara perbuatannya tanpa menambah-nambah; dan kalau engkau mau, engkau bisa memaafkannya. Dan memaafkannya berarti lebih dekat dari ketakwaan dan lebih menunjukkan kemuliaanmu. Sebagaimana firman Allah Ta’ala:

“Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa, maka barangsiapa memaafkan dan berbuat baik, maka pahalanya atas (tanggungan) Allah. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang zhalim.” (Asy-Syura: 40)

Kalau dengan balasan yang setimpal engkau masih mendapat tantangan DARI DIRIMU SENDIRI, pikirkanlah kembali KEBAIKAN-KEBAIKANNYA DI MASA LAMPAU, HITUNG SEMUANYA, lalu balaslah kejahatannya yang sekarang dengan kebaikan.

Janganlah karena kejahatannya, engkau MELUPAKAN kebaikannya yang terdahulu. Karena yang demikian itu adalah kezhaliman yang sesungguhnya, wahai Yunus.

Apabila engkau memiliki teman, GANDENGLAH DENGAN TANGANMU ERAT-ERAT, karena mencari teman itu susah, dan berpisah dengannya itu perkara mudah.”

Semoga bermanfaat….

(Dikutip dengan sedikit penyesuaian dari buku “MENELADANI AKHLAK DARI GENERASI TERBAIK”dan Redaksi).

Abu Muhammad Herman

Biarkan Mereka ke Bulan, Mari Kita ke Surga

Gambar
Segala puji hanya untuk Allah, Rabb semesta alam, shalawat dan salam semoga tercurah bagi Muhammad Rasulillah, para sahabat dan pengikutnya.
Ke Bulan, Kedudukannya dalam IslamIslam mendorong kita untuk menuntut ilmu-ilmu yang bermanfaat. Para ulama[2] mengatakan, bahwa ilmu (yang Islam memotivasi untuk mempelajarinya -pen), terbagi menjadi dua: (1) ilmu yang hukum mempelajarinya adalah fardhu ‘ain (wajib dipelajari oleh setiap individu muslim dan ia tidak boleh bodoh dalam ilmu ini –pen), karena setiap muslim memerlukan ilmu tersebut dalam masalah agama, akhirat dan muamalahnya; (2) ilmu yang hukum mempelajarinya fardhu kifayah, yaitu ilmu tambahan yang faedah Continue reading

Update Nasib via ZODIAK

Zodiak (zodiacus, Latin) secara harfiah berarti “hewan”, disebut demikian karena hamper separuh dari zodiac Yunani disimbolkan melalui hewan. Zodiak merupakan diagram lingkaran, dengan bulan dan planet-planet berada di tengahnya, dikelilingi 12 area yang disimbolkan dengan hewan tertentu (A Brief History of Ancient Astrology, hal. 15)
Awalnya, zodiac digunakan sebagai alat bantu Continue reading

Mahasiswa Harus Berilmu Sebelum Bertindak

Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga, dan sahabatnya.

Kewajiban belajar agama bukan hanya bagi mahasiswa yang duduk di Jurusan Syariah atau yang belajar di Universitas Islamiyah. Mahasiswa teknik dan kedokteran, serta mahasiswa mana pun punya kewajiban yang sama. Ada kadar wajib dari ilmu agama yang mesti setiap mahasiswa pelajari. Karena tidak adanya ilmu agama itulah yang menyebabkan mahasiswa banyak yang salah jalan dan salah langkah. Akhirnya ada yang asal berkoar, namun bagai tong kosong nyaring bunyinya, dan ujung-ujungnya tidak mendatangkan maslahat malah Continue reading