Kamu Harus Miliki Mutiara Ini

Adik-adikku mahasiswa baru,

Pertama-tama kakak ucapkan selamat datang dan selamat bergabung dengan dunia mahasiswa. Kakak berdo’a agar nantinya adik-adik semua diberikan kelancaran dan kemudahan dalam berkuliah. Dan semoga pula apa yang adik cita-citakan dapat terwujud dikemudian hari.

Dik,

Tentu kita sangat bangga ketika kita bisa menguasai sebuah bahasa asing. Apalagi bisa sampai menguasai lebih dari satu bahasa asing.

Bahasa yang terpopuler di kalangan kita saat ini, tentu, bahasa Inggris. Lalu kita bangga pula apabila bisa berbicara bahasa Prancis, Spanyol, Jerman, Belanda, dan bahasa-bahasa dari berbagai negara yang ada di dunia.

Akan tetapi percayakah kalian, dik, kalau kakak bilang ada satu bahasa yang sejatinya lebih bagus dan lebih mulia dari keseluruhan bahasa yang ada di dunia ini. Bahasa apa?

Ya. Itu adalah bahasa Arab, dik.

Mungkin akan ada yang bertanya, “loh kok bisa bahasa arab kak?” “apa sebabnya?” “kan masing-masing bahasa punya karakteristik dan keistimewaannya masing-masing?” “mengapa kakak membatasinya hanya bahasa arab saja?”.

Tenang dulu ya dik, kakak akan beri tahu jawabannya.

Tahu al-Qur’an kan, dik? Semua kita yang beragama islam tahu betul apa itu al-Qur’an. Yakni kitab suci umat Islam. Lalu tahu juga kan apa bahasa yang digunakan di dalam al-Qur’an? Bahasa arab, dik. Dan tentu, Allah tidak memilih bahasa Arab sebagai bahasanya al-Quran tanpa alasan. Pasti ada hikmahnya. Diantaranya, apa yang telah Allah firmankan, “Sesungguhnya Kami telah menjadikan al-Qur’an berbahasa arab, agar kalian memahaminya” (QS. Az-Zukhruf: 3).

Kemudian, tidak hanya al-Qur’an saja yang berbahasa Arab, dik. Juga tahu hadis kan? Nah, sebagaimana kita ketahui bahwa Nabi kita juga orang Arab, beliau adalah orang yang paling fasih bahasa Arabnya. Oleh karena itu, bahasa arab juga merupakan bahasanya orang yang terbaik di muka bumi.

Kedua pedoman hidup umat islam, yaitu al-Qur’an dan hadis, berbahasa arab. Oleh karenanya, hendaknya kita sebagai generasi muda yang cemerlang akalnya, indah budi pekertinya, santun akhlaknya mempunyai semangat yang lebih membara dan berkobar-kobar dalam belajar bahasa arab ketimbang ilmu-ilmu dunia yang lainnya. Karena bahasa arab adalah mutiara di dalam mempelajari al-Qur’an dan hadis. Sedangkan kedua pedoman hidup di atas merupakan mutiara di dalam kehidupan manusia. Maka marilah kita berlomba-lomba untuk mempelajari bahasa arab agar kita bisa mempelajari al-Qur’an dan hadis, agar pula kita beruntung di dunia dan di akhirat.

Umar bin Khattab berkata,” pelajarilah bahasa arab, karena sesungguhnya bahasa arab merupakan bagian dari agama islam”.

Ayo belajar bahasa Arab, dik. [Seno Aji Imanullah]

Advertisements

Urgensi Bahasa Arab

Sahabat seakidah yang dirahmati Allah, bahasa arab adalah bahasa al-Qur’an dan as-Sunnah. Oleh sebab itu -sebagai seorang muslim- kita tentu ingin memahami dasar agama kita tersebut dengan pemahaman yang baik. Nah, mempelajari bahasa arab adalah kunci untuk memplejari ilmu-ilmu Islam yang telah dituangkan oleh para ulama di dalam kitab-kitab mereka.

BELAJAR BAHASA ARAB, MENGAPA TIDAK?

Bismillah, Segala puji milik Allah. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Rasulullah. Pembaca yang dirahmati Allah, sebuah fenomena yang dapat kita saksikan di zaman ini bahwa kini perhatian sebagian kaum muslimin tertuju kepada bagaimana mereka dapat menguasai bahasa-bahasa asing demi kepentingan dunia. Waktu, tenaga, pikiran dan biaya dicurahkan guna meraihnya.

Namun, yang memprihatinkan adalah tatkala mereka lalai mempelajari Continue reading

Memahami Perkataan Rabb Manusia

Gambar

Kata orang: “Kasihan orang yang tidak paham bahasa Inggris, dia akan kesulitan memahami ucapan manusia”.

Yah, begitulah kata orang. Memang ada benarnya ucapan tersebut. Orang yang tidak memahami bahasa masyarakat sekitarnya, tentu kesulitan dalam berkomunikasi dan memahami maksud dari orang yang mengajaknya bicara. Kita tidak perlu jauh-jauh ke Inggris untuk membuktikan pentingnya menguasai suatu bahasa untuk berkomunikasi. Sekarang, Anda sedang berada di Jogja yang notabenemasyarakatnya berbahasa Jawa.

Biasanya, mahasiswa baru yang bukan “orang Jawa” (meski tinggal di pulau Jawa) akan sedikit mengalami kesulitan berkomunikasi saat baru menginjakkan kaki di kota pelajar ini. “Tindakpundi mas?”.Orang Betawi atau Sunda yang baru pertama ke Jogja pasti bingung mau jawab apa. Kalau kata orang Betawi, “Kagak ngarti aye bu!”. Continue reading