Siapa Bilang Dukun Itu Sesat?!

Di tengah perkembangan zaman saat ini, dimana ilmu pengetahuan semakin maju dan teknologi semakin canggih, ternyata masih saja ada orang yang percaya dengan dukun yang mengaku tahu hal-hal yang ghaib. Pelanggannya pun bervariasi, mulai dari masyarakat desa hingga perkotaan, mulai dari yang tak kenal sekolah hingga kalangan cendikiawan. Padahal Rasulullah bersabda, “Barangsiapa yang mendatangi seorang dukun, maka shalatnya tidak diterima selama 40 hari” (HR. Muslim)

Dukun dalam Islam

Dalam Islam, istilah dukun (kāhin) berarti orang yang mengaku mengetahui ilmu ghaib terkait masa depan. Dengan demikian, setiap ada orang yang mengaku mengetahui masa depan seseorang, tahu nasibnya, jodohnya, rezekinya, maka ia dipandang sebagai seorang dukun di dalam Islam.

Di dalam Islam ada pula yang dikenal dengan istilah tukang sihir (sāhir), yaitu orang yang melakukan sihir, guna-guna, atau santet. Lalu ada juga yang disebut dengan paranormal (‘arrāf), yakni orang yang mengaku tahu letak barang yang hilang dari pemiliknya dengan bantuan jin atau hal-hal yang tidak diketahui manusia normal.

Di dalam bahasa Indonesia, perincian penggunaan ketiga istilah di atas tidak terlalu tegas, sehingga istilah “dukun/peramal” dalam bahasa Indonesia mencakup 3 profesi di atas, yaitu kāhin, sāhir, dan ‘arrāf.

Mereka Tidak Ada Apa-apanya!

Pada suatu ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah ditanya tentang dukun, lalu beliau menjawab singkat, “Mereka tidak ada apa-apanya” (HR. Bukhari dan Muslim). Mereka hanyalah tukang tipu yang telah menjual agama mereka dan menipu manusia demi mengisi perut.

Memang terkadang kita jumpai adanya ucapan dukun atau pun peramal yang akhirnya menjadi kenyataan. Tak perlu heran, karena Rasulullah telah menjelaskan fenomena tersebut. Beliau bersabda, “Itu adalah berita langit yang dicuri oleh jin. Lalu jin tersebut membisikkannya ke telinga teman dekatnya (dukun dan tukang sihir), dan mereka campurkan satu kebenaran tersebut dengan lebih dari 100 kedustaan” (HR. Bukhari dan Muslim).

Jadi, mungkin saja ada ucapan yang benar dari seorang dukun atau pun peramal. Akan tetapi, pada hakikatnya ucapan tersebut berasal dari bisikan jin yang dipelihara oleh dukun atau pun peramal yang mencuri dengar berita langit. Satu kebenaran yang telah ia ucapkan tersebut ia campur dengan 100 kedustaan. Sayangnya manusia itu terkadang tidak adil. Satu ucapan dukun atau peramal yang benar akan dikenang dan 100 kedustaannya akan dilupakan.

Hukum Dukun dalam Islam

Seorang dukun dihukumi telah membatalkan keislamannya karena mendustakan firman Allah dalam Al Qur’an, “Katakanlah : Tidak ada seorang pun di langit dan bumi yang mengetahui hal yang ghaib kecuali Allah” (QS. An Naml : 65).  Bahkan, siapa saja yang mengaku-ngaku mengetahui ilmu ghaib, maka dia keluar dari Islam karena mendustakan ayat di atas meskipun tidak mengaku menjadi dukun.

Bahaya Mendatangi Dukun/Peramal

Bahayanya perkara perdukunan/ramalan dalam islam tidak hanya terkait dengan orang yang berprofesi dengan perbuatan tersebut, akan tetapi juga terkait dengan orang yang mendatangi dukun/peramal. Berikut rincian hukumnya di dalam Islam:

(1)  Jika seseorang bertanya kepada dukun/peramal hanya karena sekedar ingin tahu saja, hukumnya haram dan shalatnya tidak diterima selama 40 hari. Nabi bersabda, “Barangsiapa yang mendatangi seorang dukun, maka shalatnya tidak diterima selama 40 hari” (HR. Muslim).

(2)  Jika seseorang bertanya kepada dukun/peramal lalu mempercayai apa yang ia katakan, maka orang tersebut terhukumi telah membatalkan keislamannya. Nabi bersabda, “Barangsiapa yang mendatangi seorang dukun dan membenarkan perkataannya, sungguh dia telah kafir dengan apa yang diturunkan kepada Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam” (HR. Tirmidzi, Abu Dawud, Ahmad, dll)

(3)  Jika seseorang mendatanginya untuk menguji si dukun, tebakannya benar atau salah, maka ini dibolehkan sebagaimana Nabi dulu pernah menguji seorang yang mengaku tahu hal yang ghaib.

(4)  Jika mendatanginya untuk menunjukkan kedustaannya, bahwa dukun itu tidak tahu apa-apa, maka ini dianjurkan, bahkan bisa diwajibkan sebagai bentuk amar ma’ruf nahi mungkar.

Jadi, Siapa yang Bilang Sesat?

Jadi, siapa yang bilang kalau dukun itu sesat? Tentu Allah dan Rasul-Nya. Lihatlah, jika orang yang percaya pada ucapan dukun saja bisa terhukumi telah membatalkan islamnya dan sesat, lantas bagaimanakah lagi dengan dukun tersebut??

Jangan Tertipu!

Jika kita melihat realita saat ini dengan benar, betapa banyak orang yang mengaku-ngaku sebagai ustadz tapi pada hakikatnya dia adalah seorang dukun. Di dalam Islam, kesimpulan sebuah hukum itu dinilai dari hakikatnya, bukan sebutannya. Hakikat dukun adalah orang yang mengaku tahu hal-hal yang ghaib. Meskipun berpenampilan layaknya ustadz, jika dia mengaku tahu hal yang ghaib, maka tetap dihukumi sebagai dukun yang mendustakan firman Allah Ta’ala, “Katakanlah : Tidak ada seorang pun di langit dan bumi yang mengetahui hal yang ghaib kecuali Allah” (QS. An Naml : 65) . Ingatlah kaidah ini, insya Allah kita bisa selamat dari tipu daya dukun berkedok ustadz, zodiak, dan lainnya. Wallahu a’lam. [Yananto Sulaimansyah]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s