Ramadan Lalu, Berbekaskah?

Berpisah dengan Ramadan

Sahabat, rasanya baru hitungan minggu yang lalu kita dapati himpunan waktu yang berkah. Pada himpunan waktu itu kita temui diri yang begitu bersemangat dalam menghamba kepada Allah. Padanya pula kita telah dimudahkan untuk beribadah. Bahkan tidak hanya mudah, tapi juga ganjarannya yang dilipat gandakan. Betapa ada seseorang yang berharap ingin terus hidup, agar bisa senantiasa bertemu bulan yang berkah ini.

Harapan yang selalu muncul ialah satu bulan ketaatan tersebut bisa menghapus sebelas bulan pembangkangan. Maka wajar jika banyak orang yang bersedih ketika berpisah dengan Ramadan. Akan tetapi coba tanya diri kita, adakah secercah rasa sedih ketika berpisah dengan Ramadan yang kaya akan kemuliaan itu?

Bagaimana pula kita memilih untuk tidak bersedih, sedang di Ramadan ampunan amat berlimpah ditawarkan. Sampai-sampai Imam Qotadah mengatakan “Siapa saja yang tidak diampuni di bulan Ramadan, maka sungguh di hari lain ia pun akan sulit mendapat ampunan”.

 

Adakah Bekas Ketakwaan?

Sahabat, masihkah kita ingat dengan ayat populer yang di setiap Ramadan kita kan menjumpainya? “Wahai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kalian untuk berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa (QS Al Baqoroh: 183).

Adakah kiranya bekas ketakwaan itu ada terwujud pada diri kita? Dan adakah kiranya amalan kita diterima oleh Allah Ta’ala? Karena amalan yang diterima itu hanyalah  amalan dari orang yang bertakwa kepada Allah. Allah berfirman, yang artinya “Sesungguhnya Alloh hanya menerima amalan dari orangorang yang bertaqwa” (QS Al Ma’idah: 27).

Tersebab itulah para ulama terdahulu memiliki kebiasaan untuk memohon kepada Allah selama enam bulan agar amalan mereka diterima. Kemudian enam bulan yang sisa, mereka berdoa agar dipertemukan dengan Ramadan berikutnya.

Bagaimana Mungkin Dapat Ampunan?

Sahabat, sebulan yang penuh rahmat telah berlalu, yang dengannya kita mengerjakan amal sholih, yang dengan amalan itu pula kita mencoba menghapus dosa-dosa kecil. Adakah kitakan kembali suci jika kita tidak mengetahui dosa besarnya telah terhapus? Adakah kiranya kita tahu amal kita diterima walau seberat biji sawi? Atau tak diterima bagai debu yang beterbangan?

Merasakah kita menjadi seperti bayi yang lahir kembali? Padahal kita belum tahu dosa-dosa besar kita sudah tehapus. Pantaskah kita menganggap kita menjadi suci jika dosa-dosa besar kerap kita lakukan pada bulan Ramadan yang lalu?

Takut sekali, bila kitalah yang termasuk dalam golongan orang yang diancam Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam dalam sabdanya, “Betapa banyak orang yang berpuasa namun ia tidak medapatakan apa-apa dari puasanya tersebut melainkan hanya lapar dan dahaga” (HR Ahmad).

Maka Teruslah Beramal

Sahabat, semoga kini kita telah sadar bahwa sedikit amalan yang telah kita lakukan di bulan Ramadan belum tentu diterima oleh Allah. Dan sudah selayaknya seorang muslim dalam ibadahnya tak hanya mengedepankan rasa takut, akan tetapi pula mengedepankan rasa cinta dan harap. Maka di sela ketakutan amalan yang tak diterima, hendaklah pula dibarengi dengan rasa harap diterimanya amal.

Lantas apa yang sekarang mesti kita lakukan? Jawabnya ialah senantiasa merasa waswas akan tidak diterimanya amal dan senantiasa berharap akan diterimanya amal. Sehingga muncul dalam benak untuk senantiasa terus beramal.

Ibadah bukanlah semisal panennya buah-buahan yang musiman. Akan tetapi Allah perintahkan kita untuk beribadah sampai datangnya ajal. “Dan sembahlah Rabbmu sampai datang kepadamu ajal (kematian)” (QS Al Hijr: 99).

Telah sampai pula kepada kita perkataan sebagian ulama yang menyebutkan bahwa salah satu tanda diterimanya amal ialah kita akan dimudahkan untuk menjalankan amalan yang lain. Tapi mengapa masjid kini kian sepi? Al Qur’an tertutup banyak debu? Dan kajian ilmu jarang terjumpa? Coba tanya hati kita, karena ia jujur. [Erlan Iskandar]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s