Kekeliruan dalam Solat

Bismillah was solatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du,

Tentu kita bersepakat bahwa solat yang paling sempurna adalah solat yang dikerjakan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Tersebab ibadah beliau dibimbing oleh wahyu dari Allah, maka solat yang beliau lakukan tentu telah memenuhi kriteria yang Allah kehendaki.

Sebagai manusia biasa, kita tidak mungkin berharap bisa mendapatkan wahyu dari Allah tentang cara solat yang benar. Yang bisa kita lakukan hanyalah meniru bagaimana Rasulullah ketika solat, dengan harapan solat yang kita lakukan bisa mendekati kriteria yang Allah tetapkan.

Menyadari pentingnya solat sesuai petunjuk Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, kata kunci yang harus senantiasa dipegang agar solat kita sempurna adalah terus belajar cara solat beliau dan berusaha mempraktekkannya.

Melihat realita yang ada, memang terdapat beberapa kekeliruan ketika solat yang masih sering dilakukan oleh kaum muslimin. Di kesempatan ini yang terbatas ini, kita akan mendaftar beberapa kekeliruan itu, sekaligus alasannya. Setidaknya dengan mengetahui hal tersebut, kita bisa berusaha menghindarinya.

Kekeliruan Pertama: Berpakaian yang Tidak Sempurna

Kekeliruan ini sangat sering dijumpai di kalangan remaja. Terutama remaja yang masih suka memakai atasan cekak dan celana jeans ketat, sementara bajunya tidak dimasukkan. Kombinasi pakaian tersebut seringnya menyebabkan terbukanya aurat  ketika rukuk atau sujud, atau bahkan yang lebih parah sampai terlihatnya celana dalamnya. Kekeliruan semacam ini bisa mengancam keabsahan solat yang dilakukan. Sebagaimana diketahui, bahwa menutup aurat termasuk syarat sah solat. Maka sepatutnya kita berhati-hati dengan pakaian ketat ketika solat.

Kekeliruan Kedua: Pakaian Seadanya

Kaos, pakaian olah raga, terlebih yang bertuliskan punggung yang ‘aneh-aneh’, masih kerap kita jumpai ketika pelaksanaan solat. Jika ini dilakukan karena tidak adanya pakaian yang lain, mungkin masih dimaklumi. Namun sewajarnya kita selalu berusaha untuk mengenakan pakaian yang indah ketika solat, karena Allah telah berfirman (yang artinya): Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di Setiap (memasuki) mesjid (QS. A’raf: 31).

Selain itu, berbagai tulisan punggung yang ‘aneh’ atau ‘lucu’, sangat berpeluang untuk mengganggu konsentrasi orang lain ketika solat. Jikalah kita tidak mampu khusyuk dalam solat, jangan pula menjadi sebab yang membuat orang lain juga tidak khusyuk.

Kekeliruan Ketiga: Solat yang Terlalu Cepat

Tak jarang kita melihat ada orang yang sujud dan rukuknya di dalam solat terlalu cepat. Atau juga ketika i’tidal belum berdiri sempurna, namun sudah turun untuk sujud. Perbuatan seperti ini melanggar persyaratan thumaninah ketika solat. Thumaninah adalah tenang sejenak setelah kita  sempurna melakukan suatu rukun tertentu. Semisal thumaninah dalam rukuk, berarti tenang sejenak setelah kita melakukan rukuk yang sempurna.

Thumaninah merupakan di antara rukun solat. Orang yang tidak thumaninah di dalam solatnya, solatnya bisa terancam tidak sah. Pernah suatu ketika ada seorang sahabat yang masuk ke masjid Nabawi kemudian melakukan solat dua rakaat. Seusai solat, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang mengamati solat sahabat tadi, memerintahkannya agar mengulangi solatnya dikarenakan rukuk sujudnya yang terlalu cepat dan tidak thumaninah.

Kekeliruan Keempat: Meremehkan Waktu Solat

Meremehkan waktu solat termasuk kebiasaan solat orang munafik. Mereka sengaja menunda-nunda solat padahal mereka mampu melakukannya sebelum waktunya berlalu. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda, “Solatnya orang munafik.. solatnya orang munafik…mereka santai-santai, sampai ketika matahari sudah memerah dan hampir tenggelam, dia memetuk empat kali (solat cepat), tidak mengingat Allah kecuali sangat sebentar” (HR. Abu Daud).

Di masa sekarang, kekeliruan semacam ini sangat mudah dijumpai ketika solat subuh. Bahkan terkadang hanya dikarenakan bergadang nonton bola atau hanya nge-game, solat subuh pun harus molor dan ditegakkan ketika matahari telah meninggi.

Semoga kita dimudahkan untuk bisa menjalankan solat sesuai apa yang telah dituntunkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Aamiin. [Ammi Nur Baits]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s